Epoxy, merupakan sebutan bagi resin dengan dua macam zat yang dapat saling bereaksi membentuk molekul yang lebih kuat. dalam industri cat (solvent based), komponen base dalam cat terdiri dari bisphenol-A. sedangkan hardener sebagai pengeras terdiri dari golongan amine, atau polyamide.
Karakter & Sifat
secara umum cat epoxy mempunyai karakter tahan panas (thermoset) dan tahan terhadap bahan kimia. struktur polimer tiga dimensinya terbentuk saat base dan hardener dicampur bersamaan memberikan karakter khas epoxy. disamping kelebihan tersebut, terdapat kekurangan resin ini yaitu dapat dengan mudah mengalami degradasi jika terpapar sinar UV, yang menyebabkan lapisan epoxy ini berwarna kuning (yellowing). inilah sebabnya penggunaan resin ini terbatas pada penggunaan interior atau di bagian bawah permukaan.
ciri ciri dari cat epoxy ini dapat dilihat dari hardenernya yang biasanya berbau pesing (ammonia), dan berwarna kuning - cokelat.
kecepatan reaksi cat ini cenderung lambat bila dibandingkan dengan jenis cat polyurethane (PU). namun dengan kualitas daya lekat yang lebih baik, serta umur simpan cat yang lebih panjang.
kompatibilitas
secara kimia, resin epoxy bersifat cukup polar. resin ini dapat dicampur dengan beberapa jenis solvent (thinner), seperti alkohol, ester, dan golongan ketone. Penggunaan thinner polar seperti thinner kaleng merah masih dapat melarutkan cat ini dengan baik.
Penggunaan Epoxy
aplikasi cat epoxy sendiri cukup luas penggunaannya. untuk heavy duty industry, resin ini diformulasikan sebagai cat lantai industri (floor casting) yang mempunyai karakter yang keras, kuat, tahan kimia, dengan penggunaan hardener berjenis amine.
sedangkan pada cat otomotif biasanya sebagai resin utama pada cat primer, surfacer, atau undercoat yang bersifat lebih fleksibel dengan penggunaan hardener berjenis polyamide.